Banyumas Krisis Narkoba dan AIDS, Pj Bupati Ajak FKDM Ikut Membantu

- 21 Mei 2024, 15:15 WIB
Pj Bupati Banyumas mengajak anggota FKDM Banyumas untuk bersama-sama membantu mengatasi peredaran narkoba, AKI/AKB serta penyebaran AIDS.
Pj Bupati Banyumas mengajak anggota FKDM Banyumas untuk bersama-sama membantu mengatasi peredaran narkoba, AKI/AKB serta penyebaran AIDS. /HUMAS PEMKAB BANYUMAS

LENSA BANYUMAS - Penjabat (Pj) Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, meminta kepada anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Banyumas untuk bersama-sama membantu mengatasi permasalahan yang ada di Banyumas, antara lain penanganan peredaran narkoba yang meresahkan, tingginya angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB), serta penyebaran AIDS yang mengkhawatirkan.

Permintaan disampaikan dalam kegiatan 'Peningkatan Kapasitas FKDM Kelurahan dan Kecamatan' yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyumas di Baturraden.

"Kami minta dukungan kepada anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dalam penanganan peredaran narkoba yang meresahkan, tingginya angka kematian ibu dan anak, serta penyebaran AIDS yang mengkhawatirkan," katanya.

Hanung mengungkapkan, keprihatinannya terhadap kondisi statistik yang mengkhawatirkan di Banyumas. Dia menegaskan bahwa Banyumas saat ini menduduki peringkat kedua dalam peredaran AIDS dan peringkat ketiga dalam peredaran narkoba di Jawa Tengah.

Baca Juga: Agus Nur Hadie Dilantik jadi Pj Sekda Banyumas

"Ini adalah sinyal alarm yang serius bagi pemerintah setempat untuk bertindak cepat dan efisien. Kami membutuhkan bantuan semua pihak, termasuk FKDM, dalam upaya kami untuk memerangi peredaran narkoba, mengurangi angka kematian ibu dan anak, dan mengendalikan penyebaran AIDS," tegasnya.

Terkait masalah kesehatan, terutama kematian ibu dan anak juga menjadi perhatian utama, menurutnya kasus kematian ibu di Banyumas karena usia yang masih terlalu muda dan usia tua, masih terlalu tinggi. Dia juga mengungkapkan bahwa angka kematian anak per bulan mencapai 15 anak, merupakan angka yang mengkhawatirkan pada tahun 2023, yang menunjukkan perlunya tindakan segera untuk mengatasi masalah ini.

"Selain itu, penyebaran AIDS juga menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Saya meminta anggota FKDM yang tersebar di 331 desa dan kelurahan untuk berperan aktif dalam pelaporan dan pencegahan penyebaran penyakit ini kepada pihak berwenang," lanjutnya.

Menanggapi seruan ini, anggota FKDM akan dilatih untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengumpulkan informasi dan menulis laporan intelijen yang bermanfaat bagi penanganan masalah-masalah kritis ini.

Halaman:

Editor: A Wahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini