Soal Klaster Musholla dan Tarawih, Ketua NU Banyumas : Jangan Bikin Ibadah Jadi Kendor !

- 4 Mei 2021, 21:32 WIB
Munculnya Kluster Tarawih, Ketua PCNU kab Banyumas mengajak Ibadah Ramadhan Jangan Kendor! Namun tetap patuhi prokes.
Munculnya Kluster Tarawih, Ketua PCNU kab Banyumas mengajak Ibadah Ramadhan Jangan Kendor! Namun tetap patuhi prokes. /Budi Irawan/

LENSA BANYUMAS -  Beberapa hari terakhir ini, Banyumas dibuat geger dengan munculnya 'kluster tarawih'. Terindikasi ada dua titik kasus covid-19 yang diduga dipicu aktifitas tarawih masyarakat.

Rilis yang diterima Lensa Banyumas, Selasa, 4 April 2021 menjelaskan, Ketua PCNU Banyumas, Sabar Munanto mengingatkan warga, munculnya kluster tarawih diharapkan tidak membuat ibadah kendor. Sebaliknya, memasuki 10 hari terakhir, frekuensi dan kualitas ibadah harus ditingkatkan.

"Masyarakat muslim Banyumas, khususnya Nahdliyyin jangan kendor, hanya gara-gara ada geger kluster tarawih. Meningkatkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan itu tuntunan Nabi Muhammad SAW," katanya.

Baca Juga: Waduh, Klaster Musholla Muncul Lagi, Agus Nur Hadi : Malam Ini 33 Orang Dikarantina Ke Pondok Slamet

Penegasan itu, kata Sabar disampaikan untuk mengimbangi ramainya pemberitaan kluster tarawih. Dimana, terdapat gejala penurunan kualitas dan kuantitas ibadah di sejumlah titik. Ditambah, katanya, penetrasi informasi pemerintah daerah hingga desa khususnya soal covid-19.

"Munculnya dugaan covid-19 justru menjadikan iman kita kuat. Berarti covid-19 ada dan harus kita sikapi. Caranya, tentu tiada lain dengan taat prokes. Panduan new normal juga saatnya diamalkan, bukan hanya sebagai pengetahuan," tegas Sabar Munanto.

PCNU Banyumas, kata Sabar dari awal sudah menginformasikan kepada warganya, melalui struktur hingga ranting dan anak ranting (desa). Terutama sosialisasi penerapan prokes saat Ramadhan. Jauh sebelumnya, PCNU juga melakukan sosiasliasi dengan memasang ajakan prokes (5M) melalui bilboard dan digital campaign.

Baca Juga: Lagi lagi Soal Larangan Mudik, Prof. Wiku : Ini 5 Alasannya !

"Sebagai pelayan masyarakat, kami berharap pemerintah lebih mengutamakan edukasi dan pendampingan. Dan mengurangi produksi kebijakan atau pernyataan yang mendorong rasa was-was masyarakat," harap Sabar.

pernyataan ini disampaikan juga untuk 'menemani' warga masyarakat Banyumas khususnya Nahdliyin supaya tetap aman, nyaman beribadah ramadhan di tengah pandemi. tentu dengan penekanan taat protokol kesehatan. memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan yang rajin, tidak berkerumun. serta, mencukupkan ibadah sendiri di rumah bagi yang memiliki keluhaan kesehatan. ***

Halaman:

Editor: Sutrisno

Sumber: Budi Irawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X