Hijaukan Gurun Di Burkina Faso, Yacouba Gunakan Metode Zai

- 18 Juni 2021, 10:17 WIB
Yacouba Sawadogo yang mengabdi di tanah tandus Afrika selama 30 tahun,  bisa menghijauhkan gurun. /@infoduniaa_
Yacouba Sawadogo yang mengabdi di tanah tandus Afrika selama 30 tahun, bisa menghijauhkan gurun. /@infoduniaa_ /

LENSA BANYUMAS - Yacouba Sawadogo yang mengabdi di tanah tandus Afrika selama 30 tahun, membuktikan dirinya bisa menghijauhkan gurun. 

Lelaki kelahiran Burkina Faso tahun 1960 ini mengejutkan banyak orang dengan upayanya menghentikan gurun.

Bertahun-tahun didera penanaman dan peningkatan populasi yang berlebihan, lahan di desa Yacouba mengalami kekeringan dan kerusakan yang luar biasa.

Baca Juga: 9.000 Mahasiswa di Kota Wuhan Wisuda Tanpa Masker, Netizen+62: Mereka Punya Obat Rahasia

Merasa sedih terhadap kondisi ini, Yacouba tidak lantas berpangku tangan menunggu bantuan.

Melalui tangannya sendiri, ia menghijaukan kembali 20 hektar lahan yang kini telah menjadi hutan lebat dengan aneka tumbuhan dan hewan hidup di dalamnya.

Yacouba bersekolah di sebuah sekolah agama yang memprihatinkan di mana terkadang anak-anak tidak bisa mendapatkan makanan yang cukup.

Yacouba adalah yang paling muda dan berbadan paling kecil, sehingga ia kadang tidak kebagian makanan sama sekali.

Banyak ilmuwan yang menyerah akan masalah kekeringan di lahan utara Burkina Faso ini.

Namun, Yacouba yang hanyalah petani biasa mencoba membalikan keadaan dengan mempraktikkan metode pertanian tradisional Afrika yang disebut Zai.

Metode ini sebenarnya sangat mudah dan tidak memerlukan peralatan yang mahal.

Namun, memang agak membingungkan karena dengan metode ini, lahan diklaim akan tumbuh kembali justru di musim kemarau.

Metode Zai yang nampak aneh ini memang jadi tantangan tersendiri bagi Yacouba.

Halaman:

Editor: Rama Prasetyo Winoto

Sumber: Instagram


Tags

Artikel Pilihan

Terkini